Rabu, 19 Januari 2011

15 Binatang Marsupilia Asli Indonesia

Marsupial adalah mamalia dimana mamalia betina memiliki marsupium (kantong perut) seperti Kanguru dan Koala Australia. Mereka berbeda dari mamalia Eutheria pada sifat reproduksi. Berikut ini adalah beberapa jenis hewan marsupilia yang asli berasal dari Indonesia.

1. Kuskus Beruang / Kuse (Ailurops ursinus)

Kuskus Beruang atau Kuse (Ailurops ursinus) adalah salah satu dari dua jenis kuskus endemik di Sulawesi. Panjang badan dan kepala kuse adalah 56 cm, panjang ekornya 54 cm dan beratnya dapat mencapai 8 kg.
Kuse memiliki ekor yang prehensil, yaitu ekor yang dapat memegang dan biasa digunakan untuk membantu berpegangan pada waktu memanjat pohon yang tinggi.
[800px-Ailurops_ursinus_Naemundung_2_North_Sulawesi.JPG.JPG]
[kuskus.jpg]

2. Kuskus Berbintik-Bintik (Spilocuscus Maculatus)

Hewan kuskus berbintik-bintik, atau Spilocuscus maculatus, lazim terdapat di daerah dataran rendah Papua. Warna bulu kulitnya bervariasi dari putih bersih hingga coklat muda.
Daging kuskus dihargai tinggi oleh penduduk Kamoro sedangkan kulitnya dipakai mereka sebagai hiasan kepala khusus oleh pemimpin-pemimpin penting. Hewan kuskus dapat dijinakkan bila dipelihara dan dibesarkan di desa.

3. Phalanger Gymnotis



Kuskus yang ada di Kepulauan Aru Irian Jaya

4. Echympyra

Dalam keluarga yang sama adalah Peroryctidae, tergolong jenis bandicoots yang lebih umum dikenal.

5. Mallomy (Tikus Raksasa)

Hewan ini adalah salah satu dari dua spesies binatang langka yang berhasil diungkap oleh para ilmuwan di kawasan Pegunungan Foja Papua dalam ekspedisi kedua kalinya.

6. Pygmy Possum

Ini adalah salah satu hewan berkantung terkecil di dunia yang juga di temukan di kawasan Pegunungan Foja Papua.

7. Thylogale Brunii (Dusky Pademelon)

Merupakan jenis kangguru terkecil yang ada di dunia. Beratnya antara 3-6 kilogram, tetapi ada juga yang 10 kilogram. Panjang tubuhnya sekitar 90 sentimeter dengan lebar sekitar 50 sentimeter.
Satwa langka yang dilindungi ini adalah hewan endemik Papua, dan hanya terdapat di Papua di kawasan dataran rendah di hutan-hutan di wilayah Selatan Papua, dan Papua Niugini.

Di Indonesia Thylogale brunii terdapat antara lain di Taman Nasional Wasur (Kabupaten Merauke) dan Taman Nasional Gunung Lorentz (Mimika).
Thylogale stigmata (red-legged pademelon) Merupakan jenis yang hidup di daerah pantai selatan Papua. Thylogale stigmata mempunyai warna kulit tubuh lebih cerah yaitu kuning kecokelatan.

8. Thylogale brownii (Brown’s pademelon)


Selain di Papua, binatang ini juga terdapat di Papua New Guinea. Memiliki ekor tebal dan pendek, berbulu lebat. Bagian atas coklat abu-abu dan warna kemerahan di bagian perutnya. Cincin di sekitar mata dan area di belakang telinga kemerahan. Panjang dari kepala hingga badan 550-630 mm, panjang ekor 320-415 mm dan berat 9 kg untuk pejantan dan 5,8 kg untuk betinanya.

9. Dendrolagus Pulcherrimus (Kanguru Pohon Mantel Emas)

Merupakan sejenis kanguru pohon yang hanya ditemukan di hutan pegunungan pulau Irian. Spesies ini memiliki rambut-rambut halus pendek berwarna coklat muda.
Leher, pipi dan kakinya berwarna kekuningan. Sisi bawah perut berwarna lebih pucat dengan dua garis keemasan dipunggungnya. Ekor panjang dan tidak prehensil dengan lingkaran-lingkaran terang.
Kanguru-pohon Mantel-emas merupakan salah satu jenis kanguru-pohon yang paling terancam kepunahan diantara semua kanguru pohon. Spesies ini telah punah di sebagian besar daerah habitat aslinya.

10. Dendrolagus Goodfellowi

Disebut Kanguru Pohon Goodfellow atau kanguru pohon hias atau Goodfellow’s Tree-kangaroo. Merupakan jenis kanguru pohon yang paling sering ditemui. Penampilan Kanguru-pohon Hias serupa dengan Kanguru pohon Mantel-emas.

Perbedaannya adalah Kanguru-pohon Mantel-emas memiliki warna muka lebih terang atau merah-muda, pundak keemasan, telinga putih dan berukuran lebih kecil dari Kanguru-pohon Hias. Beberapa ahli menempatkan Kanguru-pohon Mantel-emas sebagai subspesies dari Kanguru-pohon Hias. Kulit tubuhnya berwarna cokelat sawo matang dan banyak terdapat di hutan hujan di pulau Papua.

11. Dendrolagus Mbaiso

Disebut sebagai Kanguru Pohon Mbaiso atau Dingiso. Kanguru ini ditemukan di hutan montane yang tinggi dan subalpine semak belukar di Puncak Sudirman. Kanguru pohon ini mempunyai bulu hitam dengan kombinasi putih di bagian dadanya.

12. Dengrolagus Dorianus
Disebut juga sebagai Kangguru Pohon Ndomea atau Doria’s Tree-kangaroo.

13. Dendrolagus Ursinus
Disebut juga Vogelkop Tree-kangaroo atau Kanguru Pohon Nemena. Merupakan kanguru pohon yang paling awal terklasifikasikan. Mempunyai telinga panjang dan ekor panjang dan hitam.

14. Dendrolagus Inustus

Disebut juga sebagai Kanguru Pohon Wakera atau Grizzled Tree-kangaroo.

15. Dendrolagus Stellarum
Disebut juga sebagai Seri’s Tree-kangaroo. Kanguru pohon ini terdapat di Tembagapura.

sumber: http://unikboss.blogspot.com/2010/11/15-binatang-marsupilia-asli-indonesia.html

10 Hewan Yang Digunakan Untuk Berperang

Para kesatria di atas kuda bisa merusak formasi pasukan musuh. lumba-lumba angkatan laut membantu membersihkan Pelabuhan Umm Qasr dari ranjau. tentara Roma dan Yunani menggunakan lebah untuk menghalangi musuh.

Itulah sebagian hewan yang digunakan dalam perang. Hewan-hewan bisa jadi “senjata biologis” karena kemampuan mereka, paling tidak pada saat itu, tidak dapat disamai oleh kemampuan mesin. Berikut ini adalah sejumlah hewan yang seringkali dimanfaatkan dalam konflik.

Kelelawar
 
http://antaratv.files.wordpress.com/2010/08/bat1.gif
 
Kemarahan Amerika Serikat atas serangan Jepang ke Pearl Harbor menelurkan ide memasang bom di kelelawar. Percikan api diharapkan dapat dipicu untuk membakar kota-kota Jepang saat kelelawar ini bertengger di atap bangunan. Namun rencana ini batal, karena dalam pengujian banyak kelelawar tidak kooperatif dan kabur. Hingga kini, ilmuwan Pentagon masih mempelajari bagaimana mekanisme terbang kelelawar ini untuk mengembangkan desain pesawat dan robot mata-mata.

Unta
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEht8X2jTZCIzkHUh_SQNhFCc9OBOj3je2JSMAQ8MyK-bRNxDIZQ6KRLDucNuUFdXfjUJhXZMolVRS5cybiH7KYI2dyJq4VOYvR3KkrL1l_bJYxE1mG0KCEqjb7wWj6lYJmMw71Od_34KVBT/s400/camel.jpg
 
Di masa lampau, hewan ini banyak digunakan di kawasan panas dan kering di Afrika Utara dan Timur Tengah. Karena unta memiliki kemampuan bertahan di kondisi ekstrem dan seringkali tanpa air, di masa perang hewan ini cukup berguna. Bau unta kabarnya membuat takut kuda-kuda yang digunakan musuh. Tentara Persia terkadang mempersenjatai unta mereka. Sedangkan prajurit Arab seringkali menunggang unta saat penyerbuan untuk menaklukan suatu daerah. Peran unta dalam perang merosot sejak berkembangnya senjata api. Tapi, unta masih terlihat digunakan saat Perang Dunia I.

Lebah
 
Sengat lebah bisa jadi senjata mematikan. Di zaman dulu, tentara Roma dan Yunani menggunakan lebah untuk menghalangi musuh. Penggunaan lebah berlanjut saat abad pertengahan, Perang Dunia I, dan Perang Vietnam. Ilmuwan Amerika Serikat juga menemukan kegunaan lebah untuk tujuan damai, yakni mendeteksi ranjau darat.

Singa laut
 
Mamalia ini mampu melihat dalam kondisi cahaya minimal serta bisa mendengar di bawah permukaan air. Singa laut juga bisa berenang dengan kecepatan hingga 40 km/jam dan menyelam hingga kedalaman 300 meter. Dengan kemampuan ini, angkatan laut AS melatih singa laut untuk menandai ranjau.

Merpati
 
Hewan ini memiliki kemampuan navigasi sehingga bisa kembali ke sarang meskipun telah menempuh perjalanan ratusan kilometer. Puncak kepopuleran penggunaan merpati terjadi pada saat Perang Dunia I, saat tentara sekutu menggunakan 200.000 merpati untuk keperluan komunikasi. Seekor Merpati bernama Cher Ami mendapat penghargaan setelah mengirim 12 pesan untuk benteng di Verdun, Prancis. Bangsa burung pensiun dari tugas militer setelah teknologi komunikasi berkembang pesat.

Lumba-Lumba
 
Hewan ini memiliki sonar biologis untuk mencari ranjau berdasarkan konsep gema. Pada masa Perang Teluk dan Perang Irak, lumba-lumba milik angkatan laut membantu membersihkan pelabuhan Umm Qasr dari ranjau.

Gajah
 
Hewan besar ini bisa menginjak tentara, menusukkan gading, dan melempar orang dengan belalainya. Kerajaan kuno di India diperkirakan menjadi kerajaan pertama yang menjinakkan gajah. Tapi, kemampuan ini segera menyebar ke Persia dan Timur Tengah. Alexander Agung dikabarkan pernah menemui sepasukan gajah saat mencoba menaklukan suatu daerah. Kuda seringkali takut dengan pemandangan dan bau Gajah. Tentara manusia juga merasa diteror secara psikologis dengan bentuk Gajah yang sangat besar.

Keledai
 
Tidak sehebat hewan perang lainnya, tapi ribuan pasukan akan menderita jika tak ada Keledai. Pasalnya, hewan inilah yang didaulat membawa makanan, bahkan persenjataan dan barang-barang lain yang dibutuhkan militer. Dulu, tentara Roma membawa satu Keledai tiap 10 legiun. Napoleon Bonaperte juga menaiki keledai saat melintasi Alpen. Keledai masih sering mendapat tugas militer hingga saat ini. Tentara AS bergantung pada hewan ini untuk mengantar barang ke pos-pos terpencil di pegunungan Afghanistan.

Anjing
 
Orang-orang Spanyol menggunakan anjing yang dipersenjatai saat menaklukan Amerika Selatan di abad ke-16. Anjing juga berperan besar selama konflik di abad pertengahan di Eropa. Tugas anjing di masa modern kini meliputi mendeteksi bom dengan indera penciuman. Di Irak dan Afghanistan, anjing militer dikenakan rompi antipeluru demi menjamin keamanan selama bertugas.

Kuda
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7idKRhUyxGONN5kJvWU4jJWHDMVmmfVix7qkemGZBbAMQRlWxXbTOai0rFnmeqrH42Mcnd48vB94bVAJUD3NDhuZs5jMpTRcGEqRDsw3nzY66c3o5VhyV20vrqJ5TObbIWIsIlFgIH4w_/s1600/kuda2.jpg
 
Nah, ini hewan yang paling populer saat perang berlangsung. Manusia telah menjinakkan kuda setidaknya sejak 5.500 tahun lalu. Para kesatria di atas kuda bisa merusak formasipasukan musuh. Stabilitas di atas pelana dan sanggurdi membuat prajurit Mongol dapat berperang dan menembakkan panah dari atas kuda. Pertempuran besar dengan memanfaatkan kuda tidak berakhir, hingga tank dan senapan mesin muncul menjadi favorit.

Kera Putih Milik Warga Madura Tahu Nilai Uang Rupiah


Boleh percaya atau tidak. Seekor kera putih milik Matyaki (30), warga Dusun Pondok Kelor, Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Sumenep, Madura, mengerti nilai uang rupiah.

Kera putih yang ditemukan pemiliknya secara tidak sengaja di tengah hutan jati desa setempat itu, kini menyedot perhatian masyarakat setempat.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr35HpzzwWpTNO43DXCAsA5GEFh3XVGO6dzsmbHbU7gGeoCoIFORbY20Z127POch5IilPK5-mowkRafQEqS-H4pRCJxwVPcKkKy0jWkN2twzz-oNrBoRhAwS8IcAojhVQoJGfuJ9qDChk/s640/white.monkey.jpg

Penemuan kera putih itu menurut Matyaki, saat dirinya pergi ke hutan jati untuk mengambil ranting pohon. Tiba-tiba, ada tiga ekor kera. Dua diantaranya, kera putih.


Satu kera putih diantaranya itu terlihat jinak. Bahkan, menghampiri Matyaki dengan tingkah laku yang lucu. Melompat-lompat di ranting kayu sepertinya mengisyaratkan sebuah kesenangan bertemu Matyaki. Tanpa kesulitan, kera tersebut lalu ditangkap dan dibawa pulang.


Penemuan kera putih tersebut pun menyebar dari mulut ke mulut seantero pulau Kangean. Tak ayal jika ratusan orang setiap hari berkunjung ke rumah Matyaki hanya untuk melihat kera tersebut. Setiap pengunjung tidak ditarik uang serupiah pun. Namun, diantara pengunjung ada yang berusaha memberikan uang ke kera putih tersebut.


http://upload.kapanlagi.com/images/thumb/20090419101232_monyetluar_49ea96a062392-t.jpg
Anehnya, bila nilai uang ribuan, kera putih tersebut hanya menunduk. Namun, bila ada pengunjung yang memberi uang pecahan Rp 5.000 atau pecahan Rp 10.000-an, kera itu terlihat girang dan uang itu diterima dengan menggunakan kaki kanan depan.

Merebaknya kabar kera putih memahami nilai mata uang, pengunjung semakin membludak. Pemilik kera putih Matyaki mengatakan, setiap hari pengunjung hampir mencapai 500 orang.


"Pengunjung ingin membuktikan jika kera putih ini mengerti nilai uang," kata Matyaki, pada wartawan di sela-sela kesibukan menerima pengunjung, di rumahnya Dusun Pondok Kelor, Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Sumenep, Selasa (23/11/2010).


Pemilik kera putih juga mengaku kaget, kenapa hewan temuannya itu seperti paham dengan nilai uang yang diberikan pengunjung. Sehingga, setiap harinya selalu ada pengunjung yang memberikan uang.


Untuk memahami keajaiban pada kera tersebut, si pemilik kini melakukan puasa tanpa henti. "Siapa tahu dengan berpuasa terus menerus ada petunjuk dari Allah, sehingga bisa mengungkap keajaiban pada kerah ini," ujar Matyaki.


Gerak-gerik kera putih tersebut sangat lucu. Sepertinya tidak mau berpisah dengan si pemilik. Dan jarang dimasukan ke tempatnya yang terbuat dari ayaman rantai besi meski terdapat rantai besi yang diikatkan.


"Kera ini selalu ikut saya. Dan jinak sekali. Bahkan, kalau suruh tidur ya tidur. Seperti mengerti bahasa saya," pungkasnya.


sumber :http://wahw33d.blogspot.com/2010/11/kera-putih-milik-warga-madura-tahu.html

Bawa Bayi Masak, Buah Hati Tercebur di Panci Sup Mendidih

Berhati-hatilah mengawasi putra-putri Anda, khususnya yang masih berusia balita. Kelalaian sedikit saja dapat membawa buah hati Anda dalam peristiwa naas. Hal itulah yang dialami satu keluarga di Denpasar, Bali.

http://hikmatun.files.wordpress.com/2009/10/chinese-eat-baby-soup-for-sex-1.jpg

gambar ilustrai

Jessica, balita berusia 2 tahun, kini dirawat di Instalasi Rawat Darurat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, setelah tercebur ke dalam panci berisi sayur sop yang masih mendidih. Akibatnya, sekujur tubuh Jessica mulai dari dada hingga ujung kaki melepuh dan mengalami luka bakar serius hingga 80 persen.

Peristiwa tragis ini bermula saat ibu Jessica yang bernama Juniati memasak sayur sup untuk dijual ke warung-warung pada Senin (22/11/2010) pagi. Saat sup telah matang, Juniati hendak mendinginkan sup yang berada di sebuah panci besar tersebut. Ia lantas membawa keluar sup tersebut dan ditaruh di luar dapur.

Namun, tidak lama setelah mendinginkan sup tersebut, Juniati mendengar suara jeritan dan tangis Jessica yang berasal dari tempat ia meletakkan sup tersebut. Saat melihat keluar, Juniati langsung terkejut, putri kesayangannya tercebur di dalam panci itu. "Dia tersenggol saat berjalan, terus terjatuh," ujar Sugeng Winadi, ayah Jessica, saat menunggui putrinya di RSUP Sanglah, Denpasar.

Saat kejadian, Sugeng yang tinggal di Banjar Gede Kerobokan ini tidak berada di rumah karena sudah berangkat bekerja. Setelah mengeluarkan Jessica dari wadah sup tersebut, Juniati langsung melarikan buah hatinya ke puskesmas terdekat. Namun, karena luka bakarnya cukup parah, Jessica kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Wangaya, Denpasar.

Pihak RS Wangaya pun tidak sanggup menangani Jessica dan akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah. Kini, tim dokter RSUP Sanglah tengah berusaha secara intensif menyembuhkan Jessica dari luka bakar yang dideritanya.

10 Monyet terkenal di dunia

1. King Kong

Sosok gorilla yang sudah melegenda ini sudah dikenal oleh publik sejak masih film hitam putih, King Kong, yang dibintangi oleh Fay Wray, yang dirilis tahun 1933. Sejak itu, kisah tragedi romansa antara king Kong dengan seorang wanita telah menjadi terkenal hingga dibuat remakenya tahun 2005, yang disutradarai oleh Peter Jackson. Sampai saat ini sudah ada 7 film mengenai King kong yang pernah dibuat.

2. Donkey Kong

Donkey Kong pertama kali muncul pada tahun 1981 bersama Mario dalam video game Nintendo. kreatornya bernama Shigeru Miyamoto, dan pengisi suaranya adalah seorang komedian bernama Souply Sales. Permainan game ini adalah, harus melompati ke atas melewati Donkey Kong untuk menyelamatkan Pauline.

3. Mighty Joe Young

Film Disney tahun 1998, Joe dibesarkan oleh seorang wanita bernama Jill (diperankan oleh Charlize Theron), dan membawanya ke Amerika. Seorang penjahat, yang juga bertanggung jawab atas kematian ibu Joe dan ibu Jill, mengancam hidup Joe. Ending film ini begitu heroik saat Joe menyelamatkan seorang anak ketika jatuh dari komedi putar, namun skenario film itu dianggap merupakan sesuatu yang buruk oleh para kritikus.

4. Bear (BJ & The Bear)

Greg Evigan membintang serial TV yang berperan sebagai supir truk bersama teman spesialnya, Bear, seekor simpanse. Nama asli Bear adalah Sam. Bear begitu protektif terhadap Greg selama pertunjukan film, dia akan menggigit siapa saja aktor yang ingin menyerang Greg.

5. Clyde

Orangutan ini muncul dalam film populer Clint Eastwood, Every Which Way But Loose. Karakter Clint Eastwood, Phil Beddoe, memenangkan orangutan ini dalam sebuah taruhan. Sayangnya, hewan ini mati beberapa waktu setelah sequel film ini dirilis.

6. Curious George

Monyet ini terkenal karena sifat alami keingintahuannya. Curious George dibawa dari Afrika oleh seorang pria bertopi kuning untuk tinggal di kota besar. Dia telah menjadi karakter kartun yang dicintai oleh anak-anak di dunia sejak tahun 1941.

7. Koko

Gorilla terkenal ini lahir pada 4 july 1971 di San Fransisco. Koko adalah seekor gorilla betina yang menguasai lebih dari 2000 kata dalam bahasa signal Amerika yang membuatnya bisa berkomunikasi dengan manusia. Tapi ada beberapa orang yang menganggap bahwa Koko membuat signal tanpa mengerti arti sebenarnya.

8. Albert, The First Monkey In Space

Monyet ini dikirim ke angkasa pada 11 Juni 1948 dengan roket. Albert adalah monyet yang pertama yang dikirim ke luar angkasa untuk menguji keamanan luar angkasa bagi manusia.

9. Grape Ape

Karakter kartun klasik ini diciptakan oleh Hanna-Barbera tahun 1975. Great Ape dikenal atas warnanya yang ungu dan sweater-nya yang hijau. Dia juga terkenal atas kata-katanya yang sering diucapkan ketika karakter lain berbicara dengannya, "Grape Ape, Grape Ape!". Dia memiliki seorang teman, Beegle Beegle, yang selalu menemaninya berpetualang.

10. Bubbles The Chimp

Bubbles The Chimp menikmati hidupnya yang menyenangkan di Neverland Ranch, yang dikelilingi oleh taman yang indah yang dibangun oleh tuannya, Michael Jackson. Bubbles selalu melakukan tugasnya, yaitu membersihkan debu dan membersihkan jendela. Namun seiring berjalannya waktu, ia mulai merasa tinggal di lingkungan aneh dan berbeda, Bubble menjadi terganggu dan suka menggigit beberapa pengunjung di Neverland Ranch. Oleh karena itu, dia dikeluarkan dari kediaman Michael Jackson karena kelakuannya itu.

Sumber: http://juandry.blogspot.com/2009/11/10-monyet-terkenal-di-dunia.html

Selesai Zikir Ada Yamaha Jupiter Nangkring di Atap Rumah

Motor bebek Yamaha Jupiter MX dengan nomor Polisi BG 6503 RA yang tersangkut di atap rumah milik H Zainal Arifin, diturunkan petugas polisi lalu lintas Sako Palembang. Menurut keluarga pemilik rumah ia baru mengetahaui usai salat subuh sekitar pukul 05.00 WIB, terasa ada benda jatuh. Saksi pemilik warung di sekitar mengatakan tidak mengetahui keberadaan si pengendara motor.
 
Motor bebek Yamaha Jupiter MX dengan nomor Polisi BG 6503 RA yang tersangkut di atap rumah milik H Zainal Arifin, diturunkan petugas polisi lalu lintas Sako Palembang. Menurut keluarga pemilik rumah ia baru mengetahaui usai salat subuh sekitar pukul 05.00 WIB, terasa ada benda jatuh. Saksi pemilik warung di sekitar mengatakan tidak mengetahui keberadaan si pengendara motor.



Aneh tapi nyata. Sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna hijau hitam bernopol BG 5034 RA nangkring di atap rumah milik H Zainul Arifin, di Jl MP Mangkunegara No 14, Palembang, Sumatera Selatan.

Menurut pemilik rumah, kejadian tersebut terjadi saat dia sedang berzikir pukul 04.30 WIB. Rumahnya lalu bergoyang seperti gempa. Rupanya saat keluar rumah, ada pelepah pohon kelapa yang jatuh di depan teras rumah. Ternyata saat dilihat ke atas dak rumah, ada sepeda motor yang nyangkut.

Diduga pengendara sepeda motor tersebut memacu motornya dengan kencang. Lalu melompati gundukan tanah dan menabrak pelepah pohon kelapa serta menabrak pagar rumah hingga roboh dan melompati pagar serta melompat dan mendarat di atap rumah setinggi tiga meter. Jarak antara pagar dengan tempat jatuh lebih kurang 12 meter.

sumberhttp://www.i-dus.com/2010/11/selesai-zikir-ada-yamaha-jupiter.html

Hewan-hewan Pemakan Bangkai di Dasar Lautan

Keanekaragaman hayati di tempat ekstrim termasuk daerah yang jarang diteliti. Tapi kita sudah cukup paham beberapa hal. Berikut tentang kehidupan dasar laut.

Ada sebuah pertanyaan, bagaimana mahluk scavenger (pemakan bangkai) di dasar samudera dapat bertahan hidup dengan begitu sedikitnya makanan yang bisa sampai ke lantai laut?


http://i50.tinypic.com/6xxitj.jpg
Coelacanth

Coba kita bayangkan, saat seekor ikan tuna mati di samudera, bangkainya mungkin tidak akan sempat ke dasar. Di tengah jalan, ia dapat disambar oleh koloni ikan dan habislah harapan para penunggu di dasar laut.

Untuk memahami hal ini, mari kita bayangkan dasar lautan sebagai sebuah tiang. Permukaan laut sebagai puncak tiang, sementara pangkal yang tertancap di lantai adalah dasar lautan. Apa yang akan kita temukan pada tiang ini?

Pertama, yang mungkin langsung kita kenali adalah jumlah hewan juga semakin sedikit. Aldea et al (2008) misalnya, menemukan kalau semakin dalam semakin sedikit jenis kerang (gastropoda dan bivalvia).

Ada sebuah keseimbangan. Banyak yang mati, tapi sedikit yang dikubur. Dan karenanya, sedikit pula yang menunggu di kuburan.

Tampaknya masalah kita telah terjawab. Hewan yang tinggal di dekat permukaan justru terlalu banyak jika saat mereka mati, tubuh mereka tenggelam hingga ke dasar.

Kenyataannya, Drazen (2002) menemukan kalau ikan scavenger di dasar laut, sama sekali tidak terpengaruh oleh variasi jumlah hewan yang tenggelam. Baik ada 1000 ekor ataupun hanya 20 ekor yang sampai ke dasar, ikan-ikan ini tidak menjadi tamak ataupun menjadi irit makanan. Keseimbangan sepertinya sangat kuat di dasar samudera.

Para hewan dasar laut hidup tenang dan bersahaja. Hampir semua bahkan justru merasa tersiksa kalau naik mendekati permukaan. Sebagai contoh, larva Echinus echinus tidak akan dapat berkembang kalau tekanannya tidak seperti di dasar laut (Tyler dan Young, 1998).

Kelihatannya seperti itu, adem ayem. Tapi tunggu dulu. Tidak semudah itu. Beberapa siluman dasar laut seringkali berpatroli menghajar penduduk. Ya, predasi tetap terjadi di dasar samudera.

Kemp et al (2006) memburu para siluman ini tanpa hasil. Dan merekapun menisbahkan menurunnya jumlah kepiting scavenger (Munidopsis crassa) pada siluman dasar laut bernama Benthoctopus sp, gurita dasar laut. Tapi jangan senang hati dulu kalau Pirates of Carribean mendadak jadi  kenyataan.


Kepiting scavenger, Munidopsis

Benthoctopus bukanlah gurita yang besar. Seperti penghuni dasar laut lainnya, ia bertubuh kecil (Polloni et al, 1979). Walau kecil, ia cukup mampu memangsa kepiting yang lengah.


Gurita dasar laut, Benthoctopus sp
Dasar laut dipenuhi oleh para scavenger, sedikit predator dan beberapa spesies yang tidak jelas. Dikatakan tidak jelas karena kita belum dapat menentukan apakah ia scavenger atau predator, atau lainnya. Ilmuan sangat berhati-hati dalam menggolongkan hewan dasar laut.

Britton dan Morton (1994) misalnya, tidak mau mengakui kalau sebuah hewan merupakan scavenger jika ia tidak melihat langsung hewan tersebut mendekati bangkai atau memakan bangkai.

Bulu babi dasar laut, Echinus

Mungkin kita terlalu buru-buru mengatakan kalau hewan di dasar laut semuanya kecil, gepeng dan konyol. Survey dasar laut, terutama daerah yang topografinya bergerigi, sulit dilakukan, sehingga walaupun dasar laut Hawaii dalamnya lebih dari 4000 meter, hanya 2000 meter saja kemampuan para peneliti untuk mencapainya (Borets, 1986).
Dan benarlah kiranya kalau kita terburu-buru. Sebagian besar ikan scavenger, justru semakin besar ukurannya saat semakin ke dasar samudera. Ini pula yang membuat Anderson (2005) curiga kalau Symenchelys parasitica, bukanlah scavenger. Ikan ini unik karena ukurannya justru mengecil saat laut semakin dalam. Analisa isi perut menunjukkan kalau ia memang scavenger.

Beberapa berpendapat kalau hewan dasar laut sebenarnya biasa saja. Tidak ada ukuran yang lebih besar atau lebih kecil. Kebetulan saja, sampel yang kita peroleh di permukaan adalah anak ikan, sementara di dasar adalah bapaknya ikan atau mbah nya ikan.

Metode penelitian dasar laut umumnya menggunakan kamera yang mengeluarkan cahaya yang menarik ikan. Anak ikan, paling tidak dalam penelitian Raymond dan Widder (2007) terbukti tidak suka dengan gemerlap kehidupan malam (well, di dasar laut selalu tengah malam anyway).

Jadi spesies yang dapat ditangkap di dasar laut hanyalah mbahnya ikan, walaupun anak dan cucunya mungkin sedang asyiknya bermain.


Cumi dengan mata di ujung tentakel

Saat kita berbicara tentang keanekaragaman spesies, tampaknya kita harus menerima penelitian Carney (2005) kalau hewan di dasar laut hampir merupakan kebalikan dari hewan di dekat permukaan laut.

Kita salah memandang lautan sebagai sebuah tiang ataupun sebuah piramida terbalik, kita seharusnya memandang lautan sebagai dua piramida, satu terbalik dan satu lagi tegak.

Masalahnya apakah dua piramida ini berdampingan, saling bertemu alas, atau saling bertemu puncak. Rex (1981) sudah menunjukkan kalau keanekaragaman hayati akan paling banyak di kedalaman menengah. Kedua alas piramidanya bertemu sehingga seperti intan.


Ikan laut dalam
 
Sekarang kesimpulan kita adalah, saat bicara jumlah, jumlah hewan semakin ke dasar laut semakin sedikit, tapi ukurannya belum tentu. Saat bicara ukuran, beberapa spesies memang semakin mengecil, sebagian lagi justru membesar (Collins et al, 2005). Dan saat bicara keanekaragaman, maka spesies paling beraneka adalah pada kedalaman menengah.

Demikianlah evolusi membentuk kehidupan. Jika seekor spesies diberikan pilihan untuk tinggal di dasar, di tengah atau di permukaan samudera, tampaknya akan lebih mungkin kalau ia memilih hidup di dasar samudera.

Kenapa tidak, disini predator sedikit, sang predator makan secukupnya saja, kebutuhan sang spesies pun sama, dia makan dan kawin secukupnya, dan para penduduk di sini dapat hidup bermalas-malasan menanti emas turun dari langit.

Mungkin emas itu adalah seekor ikan paus, yang bisa dikonsumsi hingga 50 tahun lamanya, bisa dikatakan seumur hidup bagi hewan dasar laut. Sedikitnya tekanan seleksi alam inilah yang menjelaskan mengapa ikan purba, yang telah ada ratusan juta tahun lamanya, sang legendaris Coelacanth, tampak tidak berevolusi sama sekali.

Lalu  pertanyaannya, mengapa Coelacanth tampak tidak berevolusi. Jawabannya karena Coelacanth mengalami sedikit sekali mutasi karena ia hidup di laut dalam. Apa yang anda harap dari hewan yang hidup di gua di dasar laut?

Radiasi hampir tidak mencapainya, sehingga mutasi sangat langka. Bila mutasi saja sudah sangat langka, apa yang mau di seleksi oleh alam? Coelacanth membuktikan prediksi teori evolusi bahwa mutasi dan seleksi alam merupakan dua faktor yang membangun evolusi sehingga spesies yang tidak mengalami mutasi dan seleksi alam tidak akan berevolusi.

Sedikitnya mutasi yang dihadapi oleh Coelacanth sudah cukup untuk membedakan coelacanth modern, yang ditemukan di Sulawesi dan coelacanth purba, yang ada di fosil, memiliki perbedaan fenotipe.

Spesies yang hidup merupakan famili Latimeridae sementara coelacanth purba merupakan famili coelacanthidae. Perbedaan ini terletak pada perbedaan ukuran, fosil coelacanthidae lebih kecil daripada latimeridae.

Selain itu, beberapa struktur internal latimeridae tidak ditemukan pada fosil coelacanthidae. Terlebih lagi, sisik cosmoid pada spesies modern lebih tipis dan termodifikasi dibandingkan sisik purba pada fosil yang ternyata lebih tebal.

Namun yang lebih nyata ada pada sirip. Sirip latimeridae ternyata telah sangat termodifikasi. Fosil coelacanthidae sayangnya tidak lengkap. Siripnya tidak ikut menjadi fosil sehingga ilmuan tidak tahu.

Untungnya, satu spesies fosil coelacanth baru ditemukan, dan dinamai Shoshonia arctoperyx. Menurut para penemunya, Friedman et al (2007) fosil sirip coelacanth ini sangat berbeda dengan sirip Latimeria.

Zimmer (2007) membuat gambar berikut untuk mengilustrasikannya, perhatikan perbedaan sirip tersebut. Zimmer bahkan mengatakan kalau status fosil hidup pada Latimeria sudah tidak pantas lagi disandangnya, hewan ini terlalu banyak berubah dari leluhurnya di masa lalu.

http://www.faktailmiah.com/wp-content/uploads/2010/07/evolusi-sirip.jpg
Perhatikan sirip Latimeria dan Soshonia di ruas kiri (credit: Zimmer, 2007)

Pertanyaan lain, kenapa ikan dasar laut dikatakan hemat padahal sudah jelas ikan ini tamak. Beberapa bahkan memakan mangsa yang ukurannya lebih besar dari dirinya sendiri, dalam sekali telan.

Ini tentunya salah kaprah, karena ikan demikian ada di antara permukaan laut dan dasar laut, bukannya di dasar laut. Ikan tersebut hanya berada di laut dalam tapi belum cukup dalam untuk sampai ke dasarnya.

source: http://www.apakabardunia.com/post/sains/hewan-hewan-ini-hidup-sebagai-pemakan-bangkai-di-dasar-laut