Potret guru seperti Oemar Bakri mungkin ada di sebuah lagu,
namun saya yakin masih ada disela sela ribuan guru di negara kita yang
benar-benar mengutamakan pengabdian dan dedikasi untuk para
murid-muridnya. Bukan bermaksud membanding-bandingkan namun hanya sebuah
penyegaran di ingatan kita siapa tau hal seperti ini kita masih
jumpai.
Adalah seorang guru pelajaran Matematika di daratan Tiongkok yang sesungguhnya sedang sakit parah hingga mengharuskan dirinya diinfus karena sakitnya tersebut, namun masih bersikeras untuk tetap mengajar dikarenakan dia tidak ingin melihat anak didiknya tertinggal dalam pelajaran. Lagipun kondisi di sekolah tersebut tidak ada yang sanggup menggantikan beliau.
Adalah seorang guru pelajaran Matematika di daratan Tiongkok yang sesungguhnya sedang sakit parah hingga mengharuskan dirinya diinfus karena sakitnya tersebut, namun masih bersikeras untuk tetap mengajar dikarenakan dia tidak ingin melihat anak didiknya tertinggal dalam pelajaran. Lagipun kondisi di sekolah tersebut tidak ada yang sanggup menggantikan beliau.
Kita tidak bisa berkata apa-apa melihat betapa kerasnya
keinginan sang guru ini dalam mengajarkan ilmu yang dimilikinya pada
anak didiknya hingga rela meredam rasa sakit yang dideritanya demi
suatu hal yang dia anggap begitu penting bagi masa depan siswa yang
merupakan generasi depan bangsa mereka. Saya jadi berpikir ditengah
ketertinggalan kita dari bangsa-bangsa lain terutama dalam pembangunan
sumber daya manusia, sosok seperti beliaulah yang kita butuhkan
sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar